Siap hari sungguh menyenangkan rasanya, walaupun di tiap-tiap detik, jam, hari ada bagian-bagian yang terus hilang terbawa arus waktu, sebagian puzzle yang berceceran entah kemana, seperti remah-remah roti yang dibawa semut ke sarangnya, memaknai sebuah kehilangan, yang sebagian orang merasakannya sakit, kehilangan harta, benda, manusia atau waktu-waktu yang berlalu begitu saja, ingin sedikit berbagi makna kehilangan itu
1. Ketika kehilangan, Allah sedang menegurku
menegur atas kesalahan-kesalahan yang mungkin telah ku lakukan masa itu, lampau, atas semua bentuk kesalahan yang pernah ku lakukan
2. Ketika kehilangan, Allah sedang mengujiku
mengujiku terkait dengan kesabaranku dalam menghadapi kehilangan-kehilangan itu, mengujiku tentang keistiqomahanku menjalani hidup setelah kehilangan
3. Ketika kehilangan, Allah sedang mengajarkanku
mengajarkanku bagaimana rasanya kehilangan, sehingga membuatku tahu betapa bahagianya memiliki, mengajariku bagaimana makna dari kehilangan itu sendiri, supaya aku bisa lebih dewasa lagi
4. Ketika kehilangan, Allah sedang memaksaku untuk memberi lebih banyak
karna mungkin bagi kita cukup dengan memberi sebagian saja, tapi bagi Allah ternyata belum apa-apa, memaksaku untuk mengeluarkan lebih banyak tenaga, harta, waktu, untuk merasakan betapa lezatnya pengorbanan
bahwa kehilangan itu tak selalu sakit, ibarat pohon tua yg di tebang sampai akar, namun ternyata bijinya bertebaran di mana-mana, maka akan tumbuh lagi banyak pohon yang lain...
1. Ketika kehilangan, Allah sedang menegurku
menegur atas kesalahan-kesalahan yang mungkin telah ku lakukan masa itu, lampau, atas semua bentuk kesalahan yang pernah ku lakukan
2. Ketika kehilangan, Allah sedang mengujiku
mengujiku terkait dengan kesabaranku dalam menghadapi kehilangan-kehilangan itu, mengujiku tentang keistiqomahanku menjalani hidup setelah kehilangan
3. Ketika kehilangan, Allah sedang mengajarkanku
mengajarkanku bagaimana rasanya kehilangan, sehingga membuatku tahu betapa bahagianya memiliki, mengajariku bagaimana makna dari kehilangan itu sendiri, supaya aku bisa lebih dewasa lagi
4. Ketika kehilangan, Allah sedang memaksaku untuk memberi lebih banyak
karna mungkin bagi kita cukup dengan memberi sebagian saja, tapi bagi Allah ternyata belum apa-apa, memaksaku untuk mengeluarkan lebih banyak tenaga, harta, waktu, untuk merasakan betapa lezatnya pengorbanan
bahwa kehilangan itu tak selalu sakit, ibarat pohon tua yg di tebang sampai akar, namun ternyata bijinya bertebaran di mana-mana, maka akan tumbuh lagi banyak pohon yang lain...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar