Kamis, 15 Oktober 2015

Memaknai kehilangan

Siap hari sungguh menyenangkan rasanya, walaupun di tiap-tiap detik, jam, hari ada bagian-bagian yang terus hilang terbawa arus waktu, sebagian puzzle yang berceceran entah kemana, seperti remah-remah roti yang dibawa semut ke sarangnya, memaknai sebuah kehilangan, yang sebagian orang merasakannya sakit, kehilangan harta, benda, manusia atau waktu-waktu yang berlalu begitu saja, ingin sedikit berbagi makna kehilangan itu
1. Ketika kehilangan, Allah sedang menegurku
menegur atas kesalahan-kesalahan yang mungkin telah ku lakukan masa itu, lampau, atas semua bentuk kesalahan yang pernah ku lakukan
2. Ketika kehilangan, Allah sedang mengujiku
mengujiku terkait dengan kesabaranku dalam menghadapi kehilangan-kehilangan itu, mengujiku tentang keistiqomahanku menjalani hidup setelah kehilangan
3. Ketika kehilangan, Allah sedang mengajarkanku
mengajarkanku bagaimana rasanya kehilangan, sehingga membuatku tahu betapa bahagianya memiliki, mengajariku bagaimana makna dari kehilangan itu sendiri, supaya aku bisa lebih dewasa lagi
4. Ketika kehilangan, Allah sedang memaksaku untuk memberi lebih banyak
karna mungkin bagi kita cukup dengan memberi sebagian saja, tapi bagi Allah ternyata belum apa-apa, memaksaku untuk mengeluarkan lebih banyak tenaga, harta, waktu, untuk merasakan betapa lezatnya pengorbanan

bahwa kehilangan itu tak selalu sakit, ibarat pohon tua yg di tebang sampai akar, namun ternyata bijinya bertebaran di mana-mana, maka akan tumbuh lagi banyak pohon yang lain...

Minggu, 05 April 2015

akan merindukan masa itu

Lagu yang sering terdengar di dauroh-dauroh, Ya Allah, pertemukan kami di tempat terindah-Mu, ketika nanti kita dijauhkan secara jarak satu dengan yang lain, dalam salah satu firman Allah
"Sesungguhnya orang-orang mu'min itu bersaudara" Al-Hujarat : 10
Karna aqidah ini kita bertemu, karena aqidah ini kita saking mempererat ukhuwah, karena aqidah ini pula kita kelak harus berpisah guna berjuang di banyak tempat dengan aqidah ini.
Suka duka kita jalani bersama, bergandeng tangan, berpelukan, saling bertukar fikiran, dan lain sebgainya itulah penguat kita.Ya, itu senandung ukhuwah yang kita ciptakan. Semoga tak hanya aku yang merasakannya.
 
SENANDUNG UKHUWAH-SIGMA
Diawal kita bersua
Mencoba untuk saling memahami
Keping-keping dihati
terajut dengan indah
Rasakan persaudaraan kita

Dan masa pun silih berganti
Ukhuwah dan amanah tertunaikan
Berpeluh suka dan duka
kita jalani semua
semata mata harapkan ridhoNYA

Sahabat tibalah masanya
Bersua pasti ada berpisah
Bila nanti kita jauh berpisah
Jadikan rhobitoh pengikatnya
jadikan doa ekspresi rindu
Semoga kita bersua disyurga


love you cause Allah...sahabat seperjuanganku, kelak akan kurindukan masa ini.
@iddfa_

Senin, 12 Januari 2015

Yang ku tau, Allah selalu memberi yang terbaik pada hamba-Nya

Perpisahan

Hakikatnya pertemuan adalah perpisahan, perpisahan yang banyak orang tak menginginkannya, perpisahan yang berujung dengan tangisan, karna setelah pertemuan tumbuh rasa untuk memiliki, ya, saya yakin orang bisa merasakan bagaimana rasanya perpisahan itu. Awal tahun ini, merasakan perpisahan, pada keluarga kecil yang sudah menemani 2 tahun masa-masa kuliah, betapa harunya, hanya bisa mengucapkan terimakasih dan maaf atas sgala laku yang tak tepat, berpisah dari orang yng setiap hari menemani kegiatan dikampus, tapi ini bukan rasa menyesal atau bersedih yang berlarut ketika kita menyikapinya dengan pemikirang positiv dan keyakinan penuh, ketika aku pergi dengan tujuan yang pasti dan aku yakin kehadiranku lebih bermanfaat di tempat lain, ya, beginilah rasa perpisahan itu, nikmat, karena ladang dan tempatku untuk panen jauh lebih besar, lebih banyak, dan bisa mengaplikasikan ilmuku yang lain juga.

Bismillah..ladang lain sedang menunggu garapan dari tangan dan tenaga ini, fikiran ini, raga ini, hanya berharap semoga menjadi pribadi yang bermanfaat untuk orang lain, dan karena Allah.

Bismillah...membangun semangat full energi di tahun 2015, dan tahun berikutnya, bersiap mengukir prestasi lain dan menghabiskan pena yang masih penuh serta kertas yang masih kosong.

Bismillah...membuat cerita lain, dengan kekuatan doa, Ya Allah mudahkanlah jangan Engkau persulit.

Bismillah..membuat jejak emas di ladang ini, dan ladang lain...

Bismillah..sedang membayangkan senyum orangtuaku di rumah

Bismillah...dengan iringan tulus doa kedua orangtuaku, keluargaku, dan dari sahabat-sahabatku disana.

Kupantulkan doa2 kalian ke Allah, atas semua doa yang kalian kirim padaku, berharap hal yang sama terjadi pada kalian. #terimakasih pada orang2 tulus dibelakangku