Kamis, 19 Juni 2014

Bila hari ini ku tersenyum



Bila hari ini ku tersenyum, karena langitlah yg Allah ciptakan dengan maha inidahnya,
Biru berkilau terpapar senyum sang mentari di malam yang telah berpisah dengan surya kala itu
Menyaksikan kemesraan atara bumi dan langit yang memeluk matahari, sangat intim
Ketika di sudut bumi ku menunggu, menunggu sampil menerbangkan dandelion2ku, ku lihat satu dandelionku jatuh ke bumi, menatapnya begitu lekat, sangat lekat hingga tanpa sadar ketika sang hujan beruwaya sampai sudut ruangku, dandelionku tumbuh, tumbuh dan terus tumbuh, indah kembali menggelayut kala dandelionku terbunuh namun dia menumbuhkan beribu2 dandelion lainnya
Berbatas kaca kusam di malam ini, bintang sedang bersenandung, bersenandung dengan mesra dengan sang bulan, tertawa, menari riang, tanpa sadar ketika sang waktu mengharuskannya berpindah ke sisi dunia lain untuk melanjutkan mimpi-mimpinya bersenandung dengan bulan, lagi dan lagi kala itu, bintang harus kembali menangis, menangis menatap lekat ketika bulan di telan sang naga jahat, termenung dalam kesendirian malam, sambil terus menunggu kedatangan bulan, berharap tanpa lelah

fenomena indahnya langit tembalang malam itu

@iddfa_

Tidak ada komentar:

Posting Komentar