Jumat, 14 Desember 2012

percakapan itu membuka hatiku





kemarin waktu ada kampanye outdoor di FPIK UNDIP untuk calon ketua dan wakil ketua BEM KM UNDIP ada sedikit percakapan yang membuka fikiran dan hatiku,,,cie,,,
Singkat cerita, saya sedang duduk di antara deretan kakak senior BEM FPIK UNDIP, tiba2 di depanku lewatlah seorang ibu-ibu sudah cukup tua sambil membawa bungkusan di bagian punggung, dengan mengharap belas kasihan dari kami yang sedang duduk,dia menadahkan tangannya dan membungkukan badan kepada kami sambil menatap kami dengan sangat lembut, sampai dia lewat di depanku aku hanya merogoh saku dan ku temukan 1 koin, langsung saja aku berikan tanpa menghiraukannya lagi,lanjut ke kakak di sebelahku, dia juga melakukan hal yang sama dengan ku, namun ketika sampai di depan Mr. X, ibu itu melakukan hal yang sama ketika bertemu dg ku namun ada yang berbeda lahirlah sedikit percakapan itu
"ibu sini..sini..,sebentar ya..Bu, namanya siapa?"
"nama saya (sensor) mas"
"tinggalnya di mana bu?
"di (blablabla) mas"
"putri ibu berapa?"
"(teeeet) mas,"
"suami ibu kerjanya apa?" (kayaknya ibunya sudah mulai males )
" ini mas kerja (-----)"
"owh ya udah, ini bu..,bu lain kali mending ibu bawa makanan saja,mesti laku bu"
"iya mas terimakasih"

apa pendapatmu?

terkadang segala susuatu itu akan lebih berharga ketika kita mendapatkannya dengan susah payah,

percakapan di atas itu membuatku mengerti akan arti sebuah perhatian walaupun  kepada orang-orang yang papa, terkadang ketika kita memberi dengan cuma2 mereka merasa biasa dan senang namun mereka akan terbiasa untuk menanamkan rasa minta di kasihani, secara tidak langsung kita membuat mereka memiliki jiwa  minta-minta. Padahal di Indonesia banyak sekali yang memiliki profesi seperti mereka, secara tidak langsung kita sedang menanam benih untuk menjadikan Indonesia negeri yang memiliki jiwa minta-minta.

sekarang,bagaimana sikap kalian ketika bertemu dengan ibu2 seperti di atas?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar