Jumat, 30 September 2016

Allahuma Sayyiban Naafi’an


Allah terimakasih kau turunkan hujan pagi ini, bahagianya bisa melihatnya di jam-jam produktif dan menemani aktifitas keseharian kita, memberikan kesegaran pada pikiran untuk semakin dan tambah bersyukur atas segala ni’mat.
Pagi ini ketika ku buka jendela pukul 05.00 pagi gerimis sdh menghampiri tembalang, rasanya lama sekali tak melihat fenomena hujan di pagi hari.Kita tau bahwa di balik hujan banyak sekali ni’mat kasat mata yang tak terlihat. Bahagia sesederhana ini yang ku rindukan, karana melihat hujan di pagi hari
Mungkin kita merasa terhambat dngan datangnya hujan, tp sesungguhnya bila kita menelisik lebih jauh,
Adanya hujan membuat kita menepi, menepi untuk berteduh dan Allah memberikan kesempatan kepada hambanya untuk berfikir, merenung  dan bermuhasabah, betapa besar akan kuasanya, baik dalam jumah sedikit atau banyak,
Adanya hujan membuat kita basah, dari basah kita merasakan dan menyentuh hujan, hujan yang kita bisa dengan mudah dapat, sedangkan banyak di daerah yang tak kita ketahui, mereka sampai hati menangis meminta Allah menurunkan hujan, ya hujan mengajarkan kita bersyukur
Adanya hujan dimana Allah menurunkan hujan bersamaan dengan para malaikat pembawa rizki, Allah memberikan karunia hujan untuk kita hidup.
Adanya hujan dimana ketika kau berdoa di tengah hujanpun Allah memberikan waktu yang mustajab di dalamnya.
Adanya hujan, senantiasa membuat seorang Hamba Allah bermuhasabah, bahwa banyak bencana Alam karena hujan yang menurunkan air yang banyak dan alam tak bisa membendungnya bisa jadi merupakan gambaran azab dari Allah, dan kita sebagai hamba-nya senantiasa diingatkan untuk terus memohon ampunan dan menjauhi segala bentuk kemaksiatanm, karena umur hanya Allah yang tau
Kadang kita kurang bersyukur atas segala sesuatu yang Allah beri, kita seringkali hanya melihat dari luar, tanpa menelaah lebih banyak pesan, makna, yang Allah turunkn untuk hamba-hamba-Nya.


“Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Alloh memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Alloh lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.” (QS Al Qashash: 56).

Yuk..senantiasa bersyukur atas segala yang Allah beri, karna Allah memberikan yang terbaik untuk Hambanya-Nya... J



 Rumah peradaban, 30/09/2016

Rabu, 20 Juli 2016

"Bahwa hakikatnya, kamipun sedang mengantri dan menunggu giliran untuk menghadap-Nya"


Assalamu'alaykum abdul munif anak shaleh.. ketika amah menulis ini, usiamu tepat satu bulan lebih satu hari, dan tepat satu bulan usiamu ini, umimu sangat dirindukan Allah, saking Allah rindunya, hingga Allah menginginkan umimu untuk menghadapnya segera.

Shaleh, umimu pasti sangat ingin engkau jadi anak yang shaleh yang bisa mengirimkan doa terbaik buat umimu nanti, karna doamu nanti tak akan terhambat.

Baru sebulan kau bersama umimu ya?, kau ingin lebih kenal dia?
Amah mau sedikit bercerita ya, nanti ketika kau sudah besar dan menemukan tulisan amah ini, saksikanlah bahwa umiimu adalah orang yang sangat kuat, umimu orang yang sangat baik, umimu orang yang sangat tulus dan ceria, amah bahkan tak pernah menemukan dia mengeluh, begitu membanggakan bukan?

Amah berharap walau kamu tak bertemu secara raga, namun cintanya sangat terasa untukmu dan untuk saudara umimu, jadi kamu harus terus kuat ya nak..tetap semangat, jadilah anak shaleh seperti yg beliau inginkan, amah yakin umi bahagia di ssisi Allah.

Bahwa rindu ini, bukan hanya kau yg merasa, lama sekitar 1,5 tahun kami menunggu umimu untuk hadir di tengah ikhwah fpik, namun rindu ini tak terjawab, hingga kabar itu datang.


Muliani, kami merindukanmu, namun Allah lebih mencintaimu, inshaAllah Khusnul Khotimah menyertaimu...terimakasih sudah mengingatkan kami,

"Bahwa hakikatnya, kamipun sedang mengantri dan menunggu giliran untuk menghadap-Nya"


*teruntuk abdul munif, putra Muliani (Lombok)

Kamis, 02 Juni 2016

4 tahun sudah

Rasanya baru kemarin aku mengikuti seleksi Ujian Mandiri di Universitas Diponegoro ini, nyatanya ini sudah 4 tahun yang lalu. Bila ingat satu per satu waktu yang di lalui rasanya syukur tiada terkira yg akan terus di rasa. Kalian semua, siapapun itu, terimakasih banyak atas semua pelajaran hidupnya, orang-orang yang selalu datang dan pergi yang membuat pelengkap puzzel hidupku yang sementara ini untuk terus mengingatkanku, menyemangatiku, membimbingku, menguatkanku, mengajariku, menegurku.