Rabu, 31 Juli 2013

Untuk kesekian kalinya diingatkan

Kali ini tentang tujuan kita berjuang di jalan Allah, 

sedang asik-asik searching di mbah google, menemukan satu tulisan karya ustad felix xiau, cukup lama bacanya akhirnya saya faham merasa diingatkan kembali, betapa tujuan kita sebagai aktivis terkadang bisa melenceng dari tujuan utama, diingatkan kembali apa tujuan berjuang dg nama da'wah, membawa nama islam di dalamnya, namun apabila di tengah jalan tujuan itu salah sungguh tidak berharganya keringat yg tercucur lembut di wajah para aktivis, 

Sekali lagi diingatkan betapa niat itu sungguh sangat sensitif, mungkin mulut kita berucap A hati kita B, bukankah itu sudah munafik?

Sekali lagi diingatkan betapa berat langkah ini dipertanggungjawaban dihadapan Allah SWT apabila di hari akhir nanti kita ditanya, sebenarnya apa tujuan kita berda'wah?

Sekali lagi diingatkan, menjadi aktivis adalah menjadi contoh, contoh untuk teman2 dilingkungannya, apabila tingkah kita mencontohkan yang salah, bagaimana kita akan ditanya nanti dihadapan ALLAH?

Sekali lagi diingatkan, berda'wah membawa nama ISLAM, sungguh kita harus benar-benar tau mana yang Hak dan yang Bathil, tidak hanya kita berucap, namun tindakan kita tidak mencerminkan ucapan kita, mau dipandang apa Islam ini jika kita seperti ini?

"Ya Allah, luruskan niat kami ini, apabila ada yg salah mohon luruskanlah ingatkanlah kami Ya Allah, kami ini hanya hamba-Mu yg sangat lemah tanpa Mu, lindungilah hati kami untuk selalu ingat dengan tujuan utama kami, tunjukilah kami jalan yg lurus"



ini tulisan ust.Felix xiau
01. seharusnya, ikhwan-akhwat itu hidupnya terpisah satu dan lain | maka sepantasnya tak ada interaksi yang tiada keperluan

02. bila telah putuskan untuk jaga kesucian hendaklah berserius diri | jangan barengi lagi dengan noktah yg dapat hitamkan hati

03. menyenangkan memang dengan lawan jenis bisa bersenda gurau | tanpa sadar keringlah iman laksana kerontang musim kemarau

04. pengakuan lisanmu bahwa engkau aktivis dakwah | namun lekat pandanganmu memandang si kerudung merah

05. engkau kumandangkan bahwa pacaran itu maksiat | sementara kata demi kata beracun terselip dibalik sms yg kau surat

06. pembelaan dirimu, ini "cuma" koordinasi, ini "cuma" pengingat taat | hatimu yang tadinya murni kini mulai berkarat

07. dia berkerudung dan berjilbab, bukan berarti halal engkau melihatnya | menatapnya bukan cara hormati kemuliannya

08. kau katakan ini bukan pacaran, tapi jelas lebih dari sekedar teman | dusta, dusta, dan dusta kau topengkan alasan

09. godaan dibalik kata-kata engkau semat, dengan setan lisan kau sarat | bekelindan dengan maksiat, bersama setan kelak ditamat

10. "uhibbuka fillah" dengan entengnya terucap, bagimu itu praktekkan sabda nabi | disitu setan menyesap, sekali lagi dosa diulangi

11. maksiat bertopeng dakwah | setan takkan pernah berhenti menggoda bahkan aktivis masjid muslim-muslimah

12. bila hendak jaga kesucian diri, mengapa tidak sesuci mungkin? | menampik setiap interaksi yang tak ada perlu itu penting

13. menjadi aktivis Islam berarti menjadi buku terbuka yang siap dibaca dan ditiru | bukan menunjukkan yang keliru

14. menjadi pengemban dakwah berarti harus lebih menjaga diri, bahkan dari fitnah yang bakal menerpa | amal dan kata beriring serta

15. tundukkan pandangan lebih utama, tahan interaksi tak perlu adl sikap terhormat | tak melembut-lembutkan suara, tentu lebih selamat

16. kalaulah Rasul pikir interaksi ikhwan-akhwat penting, tentu Islam takkan batasi pergaulan | tapi Islam utamakan pencegahan

17. agar tak terbayang paras yang bagimu belum halal | karenanya riya akan bayangi amal dan jadikannya amal yang batal

18. agar selamat dirimu dari zina hati dan mata | agar dakwahmu tertuju lurus pada Allah semata

19. hanya mengingatkanmu teman | bagiku engkau pengemban dakwah lebih utama dari yang lain | tentu cinta kami lebih bagi kalian

20. bagi kami, kalianlah etalase Islam | dan kami takan relakan kalian jadi bulan-bulanan musuh yang tak sukakan Islam

21. bersabar sebentar takkan matikan cinta  | ia justru akan arahkan rasa | agar tak ada pilu redam di depan masa | istiqamah ya 

Jumat, 12 Juli 2013

Prestasi Setahun Pemerintahan Mursi yang Tak diketahui Orang Ramai



Presenter terkenal Aljazeera Ahmad Manshur menulis tentang prestasi Mursi yang tidak diketahui masyarakat umum setahun pemerintahannya.

Mursi telah mengeluarkan Mesir dari pergantungan ekonomi pada Amerika dengan kejayaannya dalam program sara diri gandum sampai 70% selepas menghasilkan gandum dengan kualiti baik dan harga yang murah.

Mursi telah mencetuskan projek besar di Terusan Suez untuk memperbaiki kapal-kapal yang masuk Mesir. Hal ini boleh meningkatkan pendapatan Mesir selama sepuluh tahun ke depan dari 3 Milion USD menjadi100 Milion USD pertahun. Hal ini membuat Tel Aviv (Israel) dan Dubai marah.

Mursi membuka zon industri, pertama di bawah naungan Qatar dan zon industri kedua di bawah naunganTurki

Mursi membuka cawangan syarikat Samsung untuk pengeluaran-bukan pemasaran-yang memberikan jaminan lapangan pekerjaan yang selamat untuk rakyat Mesir.

Mursi mengawasi syarikat ipad Mesir dengan keahlian, industri dan spesifikasi Mesir.

Apa yang anda inginkan dari Mursi yang sampai ke kerusi pemerintahan pada masa Mesir telah mempunyai hutang dalam dan luar negera hingga 1.300.000.000.000 Le (satu trilion, tiga ratus bilion pound) yang tidak ada hubungan sama sekali dengan pemerintahan Mursi.

Apa yang anda inginkan dari Mursi yang sebelum ia menjabat telah terjadi penyeludupan kekayaan Mesir? Sebahagiannya dicuri dalam jangka antara pemilihan presiden dan sebelum ia benar-benar dilantik menjadi presiden Mesir?

Bagaiamana Mursi boleh memperbaiki apa yang telah dirosakkan oleh kaum liberal selama 60 tahun?

Apa yang kalian inginkan dari Mursi yang telah memberikan kebebasan pada bangsa Mesir pada masa pemerintahannya yang kalian tidak mendapatkan kebebasan itu pada masa pemerintahan liberal yang melakukan kerosakan berjamaah .. Penjara-penjara telah kosong yang sebelumnya diisi oleh tahanan hati nurani, penyiksaan dan kezaliman!

Lalu siapa yang memimpin kempen pemberontakan atasnya?
Siapa yang memimpin gerakan Tamarrud?

El Baradei, yang datang atas nama Amerika ke Iraq lalu menghancurkan Iraq hingga menjadi kerajaan bermazhab.

Amru Musa, Menteri Luar Negera rejim Mubarak, adalah seorang agen cemerlang Mosad.

Hamdeen Sabbahi, orang penting Iran di Mesir

Pihak Kristian, yang telah menghembuskan isu bahawa Islam akan menguasi Arab Mesir dan Dhahi Khalfan yang melarang mengkritik atas rejim Syria di atas mimbar-mimbar dan pentas.

Sisa-sisa rejim lama, yang menguasai media-media kotor dan korup dan wang-wang hasil jarahan atas rakyat miskin.

Tel Aviv, yang mengeluarkan Mursi dari jabatannya dan mengeluarkan Mesir dari camp-campnya.

Washington, yang menghentikan aliran bantuannya ke Mesir sejak Mursi memerintah. menteri luar AS mengatakan bahawa demonstrasi yang meluas jika berhenti Mursi mengembalikan peranan perjanjian Camp David, terutama masalah ekonomi.

Iran, yang pernah dengan tegas Mursi bercakap tentang Fadhilah para Sahabat di sana. Padahal majoriti rakyatnya adalah syi'ah.

Chanel TV Alarabiya, yang untuk saat ini lebih akrab dengan idealisme zionis dan gemar sebarkan dusta.

Apa yang terjadi di Mesir adalah usaha Tel Aviv untuk mengembalikan Kaherah ke kem-kem binaan Zionis atau menyingkirkan keduanya. Kerana mereka berjalan untuk membina kekuatan ekonomi secara bebas yang akan menaikkan kehormatan Arab dan Islam, sebagaimana yang telah diisyaratkan oleh Tzipi Livni, kerana mereka telah keluar jalur dan keluar dari campur tangan Israel.

Selasa, 09 Juli 2013

Cinta...Kerja...Harmoni

Ketika cinta muncul dalam suatu pekerjaan maka akan menimbulkan harmoni.....


Cintaku pada Teknologi Hasil Perikanan Undip semoga bisa begitu :D

@iddfa_

Senin, 08 Juli 2013

Amalan-amalan di bulan Ramadhan

Berikut ini adalah amalan-amalan yang dianjurkan di bulan Ramadhan:

a. Puasa
Allah SWT memerintahkan berpuasa di bulan Ramadhan sebagai salah satu rukun Islam. 

Firman Allah SWT:
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS Al-Baqarah [2]: 183).

Rasulullah SAW bersabda:
“Islam didirikan di atas lima perkara, yaitu bersaksi bahwa tidak Ilah yang berhak disembah selain Allah SWT dan Muhammad SAW adalah rasul Allah SWT, mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan, dan pergi ke Baitul Haram.” (Muttafaqun alaih).

Puasa di bulan Ramadhan merupakan penghapus dosa-dosa yang terdahulu apabila dilaksanakan dengan ikhlas berdasarkan iman dan hanya mengharapkan pahala dari Allah SWT, sebagaimana Rasulullah SAW bersabda:
“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah SWT, niscaya diampuni dosa-dosanya telah lalu.” (Muttafaqun alaih).

b. Membaca Alquran
Membaca Alquran sangat dianjurkan bagi setiap Muslim di setiap waktu dan kesempatan. Rasulullah SAW bersabda:
“Bacalah Alquran, sesungguhnya ia datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi ahlinya (yaitu, orang yang membaca, mempelajari dan mengamalkannya). (HR Muslim).

Dan membaca Alquran lebih dianjurkan lagi pada bulan Ramadhan, karena pada bulan itulah diturunkannya Alquran.

“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Alquran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil). (QS al-Baqarah [2]: 185).

Rasulullah SAW selalu memperbanyak membaca Alquran di hari-hari Ramadhan, seperti diceritakan dalam hadis Aisyah RA, ia berkata: “Saya tidak pernah mengetahui Rasulullah SAW membaca Alquran semuanya, shalat sepanjang malam, dan puasa sebulan penuh, selain di bulan Ramadhan.” (HR Ahmad).

Dalam hadis Ibnu Abbas RA yang diriwayatkan al-Bukhari, disebutkan bahwa Rasulullah SAW melakukan tadarus Alquran bersama Jibril AS di setiap bulan Ramadhan. 

c. Mendirikan shalat Tarawih berjamaah
“Sesungguhnya Rasulullah SAW keluar pada waktu tengah malam, lalu beliau shalat di masjid, dan shalatlah beberapa orang bersama beliau. Di pagi hari, orang-orang memperbincangkannya. Ketika Nabi SWT mengerjakan shalat (di malam kedua), banyaklah orang yang shalat di belakang beliau. Di pagi hari berikutnya, orang-orang kembali memperbincangkannya.
Di malam yang ketiga, jumlah jamaah yang di dalam masjid bertambah banyak, lalu Rasulullah SAW keluar dan melaksanakan shalatnya. Pada malam keempat, masjid tidak mampu lagi menampung jamaah, sehingga Rasulullah SAW hanya keluar untuk melaksanakan shalat Subuh. Tatkala selesai shalat Subuh, beliau menghadap kepada jamaah kaum Muslimin, kemudian membaca syahadat dan bersabda, “Sesungguhnya kedudukan kalian tidaklah sama bagiku, aku merasa khawatir ibadah ini diwajibkan kepada kalian, lalu kalian tidak sanggup melaksanakannya.” Rasulullah SAW wafat dan kondisinya tetap seperti ini. (HR al-Bukhari dan Muslim dari Aisyah RA).

Kemudian, pada zaman Khalifah Umar bin Khattab RA, shalat Tarawih kembali dilakukan secara berjamaah di Masjid. Dan hal itu disepakati oleh semua sahabat Rasulullah SAW pada masa itu. Wallahu A'lam.

d. Menghidupkan malam-malam Lailatul Qadar
Lailatul qadar adalah malam kemuliaan yang lebih baik dari pada seribu bulan. Menurut pendapat paling kuat, malam kemuliaan itu terjadi di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, terlebih lagi pada malam-malam ganjil, yaitu malam 21, 23, 25, 27, dan 29.
“Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS al-Qadar [97]: 3).

Malam itu adalah pelebur dosa-dosa di masa lalu, Rasulullah SAW bersabda: “Dan barangsiapa yang beribadah pada malam Lailatul qadar semata-mata karena iman dan mengharapkan pahala dari Allah SWT, niscaya diampuni dosa-dosanya yang terdahulu.” (HR Bukhari).

Yang dimaksud dengan menghidupkan lailatul qadar adalah dengan memperbanyak shalat malam, membaca Alquran, zikir, berdoa, membaca shalawat, tasbih, istighfar, i’tikaf, dan lainnya. Aisyah RA berkata, ‘Aku bertanya, “Wahai Rasulullah, jika aku mendapatkan lailatul qadar, maka apa yang aku ucapkan? Beliau menjawab, ‘Bacalah: Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun, Yang suka mengampuni, ampunilah aku.”

e. Memperbanyak sedekah
Rasulullah SAW adalah orang yang paling pemurah, dan Rasul SAW lebih pemurah lagi di bulan Ramadhan. Hal ini berdasarkan riwayat Ibnu Abbas RA, ia berkata: “Rasulullah SAW adalah manusia yang paling pemurah, dan beliau lebih pemurah lagi di bulan saat Jibril AS menemui beliau, …” (HR Bukhari).

f. Melaksanakan ibadah umrah
Salah satu ibadah yang sangat dianjurkan di bulan Ramadhan adalah melaksanakan ibadah umrah. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa nilai pahalanya sama dengan melaksanakan ibadah haji. “Umrah di bulan Ramadhan sama dengan ibadah haji.”

Demikianlah beberapa ibadah penting yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan di bulan Ramadhan dan telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Semoga kita termasuk di antara orang-orang yang mendapat taufik dari Allah SWT untuk mengamalkannya, dan mendapatkan kebaikan serta keberkahan bulan Ramadhan.

g. Memperbanyak Itikaf
Itikaf dalam bahasa adalah berdiam diri atau menahan diri pada suatu tempat, tanpa memisahkan diri. Sedang dalam istilah syar’i, itikaf berarti berdiam di Masjid untuk beribadah kepada Allah SWT dengan cara tertentu, sebagaimana telah diatur oleh syariat.

Itikaf merupakan salah satu perbuatan yang dikerjakan Rasulullah SAW, seperti yang diceritakan oleh Aisyah RA: “Sesungguhnya Nabi SAW selalu i’tikaf pada sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan sampai meninggal dunia, kemudian istri-istri beliau beri’tikaf sesudah beliau.” (Muttafaqun alaih). 


Ahlan wa Sahlan Ya Ramadhan

Bismillahirrahmanirrahim...
Tak terasa Ramadhan sudah didepan mata, sungguh tak terkira bahagianya hati ini menyambutnya, bulan penuh berkah,bulan penuh ampunan, bulan penuh ni'mat yang tak terkira, Subhanallah, ramadhan kali ini ada di tempat berbeda dari tahun kemarin, ya.. tanah rantau, kota Atlasnya Indonesia jadi takdir yang tak terduga dari Allah, aku bukan Maba UNDIP yg baru saja datang , tapi ramadan kali ini begitu sspesial keberadaannya.

Di tengah-tengah sedang belajar biokim, yang subhanallah sekali saya begitu santai entah udah mudeng apa malas, tapi rasanya menulis memang sesuatu yg tak bisa kutinggalkan. Kembali ke topik. Ramadhan kali ini akan sangat menyenangkan walau tidak di samping dua malaikat ku (baca:Ayah Ibu) namun sama spesialnya doa mereka tetap tercurah pada bidadari kecilnya ini di tiap untaian nafasnya, karena di tanah rantau ini saya akan menemukan beragam pengalaman baru, beragam cerita2 baru.

Ramadhan kali ini akan dihabiskan dg aktivitas yang subhanallah banyaknya, tapi InsyaAllah bermanfaat, dari acara Amazing Ramadhannya Al-Bahrain (bagiku ini bukan organisasi tapi keluargaku di semarang), persiapan acara PMB Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan "Karyaku Menginspirasi Negeri", Rangkaian LKMMD FPIK (maafkan q ya teman2), adalagi persiapan Semnas dan lain2.Wew...
Bismillah,,,semangat berkontribusi...semangat mengabdi...
Perjuangan Penuh Makna..Berwatak Islam Berwawasan Global..Selihai Ikan Sekuat Karang